Archive for March, 2014

KERIS SEBAGAI IDENTITAS INDONESIA

A.    PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara yang kaya akan adat-istiadat sudah barang tentu hasil budaya yang sifatnya kebendaan pun amat beragam jenisnya. Adat-istiadat yang terlahir dari banyaknya suku bangsa yang tersebar di seluruh bumi persada, dalam banyak hal memiliki kesamaan ciri maupun pencitraan. Kesamaan tersebut dapat dilihat dalam berbagai hal, di antaranya adalah kesamaan bentuk, kegunaan, dann teknik penggarapan yang sudah memiliki kebiasaan.[1] Pada dasarnya hasil kebendaan tersebut merupakan proses kerja yang turun-temurun, merupakan kewajaran jika hasil kebendaan yang sangat beragam bentuk dan jenisnya itu merupakan hasil kerja kolektif yang sarat akan nilai-nilai ketradisian. Pola-pola seperti itu menuntut masyarakatnya untuk senantiasa mentransformasikan nilai-nilai yang berlaku kepada generasi berikutnya.

Keris lahir sebagai karya budaya yang hingga saat ini tetap eksis di lingkungan masyarakatnya (dalam hal ini adalah masyarakat Jawa). Proses terbentuknya pun tak lepas dari nilai-nilai yang telah berkembang secara turun-temurun dan dalam jangka waktu yang amat panjang. Budaya keris yang berkembang di masyarakat kita telah menunjukkan ketangguhannya dalam melewati masa-masa transisi, yang pada intinya peralihan zaman itu mampu mengantarkan keris bukan hanya sebagai hasil budi daya yang bersifat kebendaan, tetapi keris juga sarat akan nilai-nilai tanbenda (intangible). Read the rest of this entry »

Nilai Seni

Pada materi ini akan dijabarkan bagaimana sebuah hasil karya seni itu disebut estetik atau tidak. Estetika merupakan bagian dari axiology yang mengkaji tentang baik atau tidaknya sebuah karya menurut nilai yang terdapat dalam karya. Baik itu nilai bentuk, nilai isi, ataupun nilai sajian.

estetika 5

Sejarah Awal Estetika

Dalam bagian ini, saya mencoba memaparkan perkembangan awal kemunculan estetika. Meskipun belum disebut sebagai estetitka dan belum menjadi bagian dari ilmu pengetahuan. Ternyata estetika sudah dicoba dianalisis sejak jaman Socrates, hingga kemudian dijadikan sebagai bentuk disiplin ilmu oleh Alexander G. Baumgarten.

Estetika4

Kajian Estetika

Pada bahasan ini saya mencoba memaparkan betapa luasnya dan saling berkaitnya dimensi keilmuan dengan kajian estetika. Pembahasan materi akan tertuju pada bagaimana menganilis sebuah kajian estetika dalam sudut pandang seni.

Estetika3

Pengertian Estetika

Estetika seringkali dipahami terlalu luas. Dalam postingan ini akan coba saya uraikan definisi estetika dalam konteks seni. Bedasar dari etimologi dan perkembangan istilahnya.

Estetika1

Search
Archives